Sabtu, 21 Maret 2015

Digital Literacy



Secara bahasa, digital literacy dalam bahasa Indonesia bisa bermakna kemampuan untuk bisa melakukan baca-tulis digital atau dalam arti singkat bisa diartikan melek digital
Melek digital adalah pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang digunakan dalam berbagai perangkat digital seperti smartphone, tablet, laptop dan PC desktop, yang semuanya dianggap sebagai jaringan daripada perangkat komputasi. Melek digital awalnya difokuskan pada keterampilan digital dan komputer, namun fokus telah dipindahkan dari komputer ke perangkat jaringan. Melek digital berbeda dari melek komputer dan keterampilan digital. Melek komputer diawali melek digital, dan mengacu pada pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer tradisional (seperti PC desktop dan laptop) dengan fokus pada keterampilan praktis dalam menggunakan paket aplikasi perangkat lunak. Keterampilan digital adalah istilah yang lebih kontemporer, tetapi terbatas pada kemampuan praktis dalam menggunakan perangkat digital (seperti laptop dan smartphone).
Melek digital tidak menggantikan bentuk-bentuk tradisional keaksaraan. Tapi dibangun di atas dasar bentuk-bentuk tradisional keaksaraan.
Peneliti literasi digital mengeksplorasi berbagai topik, termasuk bagaimana orang menemukan, penggunaan, meringkas, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi saat menggunakan teknologi digital.

1.      Konsep akademik dan Pedagog
Dari perspektif kompetensi, melek huruf merupakan level terendah dalam perkembangan yang mencakup melek huruf, kelancaran dan penguasaan.
Literasi digital adalah keaksaraan baru, dan mungkin didekomposisikan sendiri menjadi beberapa sub-literasi.
Sebagai pendekatan pedagogis dalam desain kurikulum, penerapan literasi digital memberi keuntungan jauh. Selanjutnya, mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas dengan cara tertentu, menghadapkan siswa ke berbagai praktek keaksaraan yang disebut multi-literasi yang
memperluas pandangan mereka dan memperlebar pemandangan informasi dan pengetahuan yang sangat konstruktif.
 
2.      Elemen inti dan efek pendidikannya
Literasi dapat dikelompokkan bersama dalam apa yang dikenal sebagai  Unsur penting dari Digital Literasi. 8 elemen yang dimaksud adalah:

  • Cultural -  unsur budaya dalam Digital Literasi membutuhkan penggunaan teknologi dalam konteks yang berbeda dan kesadaran akan nilai-nilai dan konsep khusus untuk berbagai konteks.

  • Cognitive - Komponen kognitifdalam Digital Literasi bertujuan untuk memungkinkan penguasaan penggunaan alat-alat teknologi, perangkat lunak dan platform.

  • Constructive - Unsur konstruktif memerlukan menggunakan kembali dan remixing sumber daya yang ada, tergantung pada kebutuhan; atau mengadaptasi mereka ke sumber daya baru.

  • Communicative - Komponen komunikatif membutuhkan kesadaran tentang perangkat komunikasi yang berbeda baik digital dan bergerak.

  • Confidence - Unsur kepercayaan atas Digital Literacy berarti mendapatkan kompetensi dengan teknologi digital dan kemampuan untuk menciptakan lingkungan untuk mempraktekkan keterampilan dan belajar mandiri.

  •     Creative - Melalui unsur Kreatif Digital Literacy, peserta didik digital membuat data baru dalam lingkungan digital berdasarkan kepentingan pribadi.

·         Critical - Komponen kritis membutuhkan pelajar digital untuk mengembangkan berbagai perspektif.
·         Civic - Unsur masyarakat adalah tentang bagaimana mengembangkan dan
memperoleh konsep demokrasi dan kewarganegaraan global melalui teknologi digital.

3.      Melek digital dan melek media
Menurut Renee Hobbs, penulis, Digital and Media Literacy: A Plan of Action, ,termasuk kemampuan untuk melakukan hal-hal::
·         Membuat pilihan yang bertanggung jawab dan mengakses informasi dengan mencari dan berbagi bahan dan memahami informasi dan ide-ide
·         Menganalisis pesan dalam berbagai bentuk dengan mengidentifikasi penulis, tujuan dan sudut pandang, dan mengevaluasi kualitas dan kredibilitas konten
·         Membuat konten dalam berbagai bentuk, membuat penggunaan bahasa, gambar, suara, dan alat-alat digital dan teknologi baru
·         Menggambarkan perilaku dan komunikasi seseorang dengan menerapkan tanggung jawab sosial dan prinsip-prinsip etika
·         Mengambil tindakan sosial dengan bekerja secara individu dan bersama-sama untuk berbagi pengetahuan dan memecahkan masalah dalam keluarga, tempat kerja dan masyarakat, dan dengan berpartisipasi sebagai anggota masyarakat

4.      Melek digital dan keterampilan abad ke-21
Melek digital membutuhkan keahlian tertentu antar-disiplin. Warshauer dan Matuchniak menyebutkan informasi, media, dan teknologi; pembelajaran dan inovasi keterampilan; dan hidup dan keterampilan karir sebagai tiga set keterampilanyang harus dikuasai setiap individu agar melek digital, atau melek keterampilan abad ke-21

5.      Penggunaan dalam pendidikan
Guru sering mengajarkan keterampilan digital literasi untuk siswa yang menggunakan komputer untuk penelitian. Keterampilan tersebut meliputi verifikasi sumber yang dapat dipercaya secara online dan bagaimana untuk mengutip situs  Google dan Wikipedia yang digunakan oleh siswa "untuk penelitian sehari-hari”.
Pendidik sering diharuskan lolos sertifikasi digital literasi untuk mengajar perangkat lunak tertentu dan  lebih lagi, untuk mencegah plagiarisme di kalangan mahasiswa.
.

5.1.   Digital native dan imigran
Marc Prensky menemukan dan mempopulerkan istilah "digital native" dan "digital immigrant." Digital native, menurut Prensky, adalah seseorang yang lahir di era digital. Seorang digital mengacu pada orang yang mengadopsi teknologi di kemudian hari.

5.2.   Digital visitor dan resident
Berbeda dengan Marc Prensky, Dave White dari Departemen Pendidikan Berkelanjutan di Universitas Oxford telah mempublikasikan konsep digital visitor dan resident. Secara singkat, konsep ini adalah bahwa visitor  tidak meninggalkan jejak sosial online dimana sebagian hidup resident tinggal secara online. Ini bukan dua kategori orang secara terpisah melainkan deskripsi dari perilaku kontinuum.

5.3.   Menulis Digital
Menulis digital adalah jenis baru dari komposisi yang semakin diajarkan pada universitas. Menulis digital adalah pedagogi berfokus pada dampak teknologi terhadap lingkungan menulis; tidak hanya menggunakan komputer untuk menulis.
Salah satu aspek penulisan digital adalah penggunaan hypertext. Berbeda dengan teks tercetak, hypertext mengajak pembaca untuk mengeksplorasi informasi secara non-linear.
Proses penulisan digital membutuhkan komposer untuk membuat unik "keputusan mengenai keterhubungan dan kelalaian."
Keputusan-keputusan ini "menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab penulis untuk [text] dan objektivitas."

6.      Penggunaan dalam Masyarakat

Literasi digital membantu orang berkomunikasi dan mengikuti tren sosial. Literasi dalam layanan jaringan sosial dan situs Web 2.0 membantu orang tetap berhubungan dengan orang lain, menyampaikan informasi yang tepat waktu dan bahkan menjual barang dan jasa
6.1.   Jaringan sosial
Dengan munculnya jejaring sosial, orang yang melek digital sekarang memiliki suara besar secara online.
Tingkat digital literasi yang dibutuhkan untuk menyuarakan pendapat online hari ini dibandingkan dengan Internet sebelum jaringan sosial adalah dalam hitungan menit. Website seperti Facebook dan Twitter, serta situs-situs pribadi dan blog telah memungkinkan jenis jurnalisme baru yang subjektif, personal, dan "merupakan percakapan global yang terhubung melalui komunitasnya pembaca."

7.      Kesenjangan digital
Melek digital dan akses digital telah menjadi pembeda yang secara kompetitif semakin penting.
Howard Besser berpendapat bahwa kesenjangan digital adalah lebih dari sekedar kesenjangan antara mereka yang memiliki akses ke teknologi dan mereka yang tidak.
Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2012 menemukan bahwa kesenjangan digital, seperti yang didefinisikan oleh akses ke teknologi informasi, tidak ada di antara kaum muda di Amerika Serikat.

8.      Digital Citizenship
Digital citizenship memiliki 9 komponen:
·         Digital access: partisipasi penuh elektronik dalam masyarakat
·         Digital commerce: pembelian dan penjualan barang secara elektronik
·         Digital communication: pertukaran informasi secara elektrinik
·         Digital literacy: proses mengajar dan belajar tentang teknologi dan penggunaan teknologi
·         Digital etiquette: standar dan prosedur tetap secara elektronik
·         Digital law: tanggung jawab atas tindakan dan perbuatan secara elektronik
·         Digital rights and responsibilities: Kebebasan tersebut diperluas ke semua orang di dunia digital
·         Digital health and wellness:  kesejahteraan fisik dan psikologis di dunia teknologi digital
·         Digital security(self-protection): tindakan pencegahan untuk menjamin keamanan secara elektronik

9.      Dampak global
Pejabat pemerintah di seluruh dunia telah menekankan pentingnya melek digital bagi perekonomian mereka. Banyak negara berkembang juga berfokus pada pendidikan digital literasi untuk bersaing secara global.

10.  Penggunaan dalam angkatan kerja
Mereka yang melek digital lebih mungkin aman secara ekonomis. Banyak pekerjaan memerlukan pengetahuan tentang komputer dan internet untuk melakukan fungsi dasar. Sebagai teknologi telah menjadi lebih murah dan tersedia  lebih mudah, banyak pekerjaan buruh yang  diperlukan melek digital juga.
Perekrut tenaga kerja sering menggunakan Website kerja untuk mencari karyawan potensial, sehingga pembesar pentingnya melek digital dalam mengamankan pekerjaan.


sumber: Digital Literacy - Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_literacy

1 komentar:

  1. Salam kenal Min.
    MiN, saya mau tanya...
    Buku Digital and Media Literacy: A Plan of Action karya Renee Hobbs dapat dimana ya?Maksudnya kalo dpt dr perpus, perpus mana?
    Elemen inti dan efek pendidikannya dpt dr buku apa dan cari bukunya dimana ya Min?
    Mohon direspon ya Min.
    Terima kasih Min.

    BalasHapus